Kamis, 13 November 2014

Mempertanyakan Janji Bhisma

Setiap niat baik akan diuji kemurniannya. Setiap keputusan yang diambil akan diuji keteguhannya.

 Kemarin malam, saat Kurusetra berkecamuk dalam perang
Saat para Pandhawa panik dengan pasukan yang jauh berkurang
Saat kemudian Kresna dan Bhisma saling beradu murka
Seketika waktu berhenti. Kuruserta hening
Hanya ada mereka berdua yang berunding wicara
Bhisma...untuk siapa sumpahmu? 


Anu, saya sedang bingung mau nulis apa. Tadinya mau dibuat serius tapi kehilangan kata-kata begitu saja. Saya hanya teringat dengan percakapan Bhisma dan Kresna di Kurusetra kemarin malam. Kresna benar-benar marah pada Bhisma. Ia mempersalahkan Bhisma karena sumpahnya dulu yang membuat peperangan itu terjadi dan ada orang-orang yang terlukai.
Saat itu Kresna menuduh Bhisma terlalu egois dengan sumpah wadatnya. Dia tidak memikirkan akibat yang mungkin terjadi jika sumpah itu diambil dulu. Ia hanya memikirkan kebahagiaan untuk ayahnya. Keegoisannya untuk menolak jabatan sebagai seorang raja. Sementara Bhisma tidak mengerti apa yang dipermasalahkan oleh Kresna karena selama ini dia merasa telah berbuat sebenar-benarnya. Tak peduli bahwa ia telah menumpahkan banyak darah dan kesengsaraan untuk banyak orang karena sumpah yang telah ia ambil.
Saya jadi berpikir bahwa keduanya memang salah. Kresna yang padahal dia adalah seorang titisan dewa sangat mengherankan saya karena dia sendiri tidak bisa menerima takdir. Dia memprotes hal-hal yang sudah terjadi. Dia dalam kondisi ini seperti orang yang selalu mencari kambing hitam dari setiap kejadian. Tapi kemudian dia cukup gentle dengan memberi tawaran dua alternatif penyelesaian. Bhisma mengakui kesalahannya atau dia harus mati sebagai penebus kesalahannya.
Bhisma juga terlalu naif dengan dirinya. Dalam hal ini saya sedikit mengikuti pola pikir Kresna bahwa dia adalah orang yang tidak bisa menentukan prioritas dalam hidupnya. Prioritas pengorbanan. Maka apakah pengorbanan besar yang telah ia lakukan itu sia-sia? Tentu tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti. Semua tergantung dari sudut pandang mana orang menilai. Memang benar ia meniatkan itu untuk tujuan yang mulia. Tapi apakah cara itu bisa dibenarkan dan apakah tujuan yang mulia itu memang benar-benar kebaikan dan kebenaran? Apakah bisa dibenarkan juga membenarkan sesuatu dengan mengorbankan sesuatu yang lebih besar? Kondisinya adalah saat itu Bhisma tidak tahu akibat yang akan terjadi di kemudian hari. Itulah takdir yang harus ia tempuh. Ya, itulah takdir yang sudah terjadi dalam kehidupannya.
Bisa jadi saat Amba menyapa kehidupannya, ia anggap itu sebagai ujian untuk keteguhannya akan keputusan yang telah ia ambil. Bahkan kemudian itu menjadi ujian keteguhan sepanjang hidupnya.
Maka kemudian kita akan kembali mengingat satu sosok wanita lagi, yang dijuluki Dewi Roro Amis. Ya. Dia yang mensyaratkan sesuatu yang berat untuk Bhisma dan ayahnya. Wanita. Betapa signifikan perannya dalam menentukan masa depan peradaban dunia. Maka kemudian Bhisma mengambil sumpah itu dengan dalih untuk berbakti kepada ayahnya. Saya lagi-lagi berpikiran ala Kresna, apakah baktinya itu berada dalam kebenaran? Adakah ia tidak memperhatikan keinginan ayahnya dulu bahwa dialah yang akan meneruskan tahtanya. Mungkin saat itu jabatan sebagai raja adalah sesuatu yang melenakan bagi Bhisma maka ia memilih untuk menempuh jalan yang menjauhinya.
Ah, saya jadi teringat dulu ketika diminta untuk mengambil tanggungjawab sebagai pucuk pimpinan suatu organisasim saya juga berpikiran bahwa itu adalah jabatan yang berat dan melenakan dan saya merasa tidak pantas untuk itu. Adakah Bhisma juga berpikir demikian? Saya hanya berpikiran bahwa mungkin dengan diamanahkan ke orang lain, semuanya akan jadi lebih baik. Adakah Bhisma juga berpikir demikian? Maka kemudian saya dan Bhisma telah memutus satu deretan nasab dalam sejarah dan itu telah menjadi takdir yang harus kami lalui.. (maaf, saya agak lebay ya? hehe)
Tinta telah kering, pena telah diangkat.
Semua akibat telah terjalani dari sebab yang telah diambil. Mempertanyakan sesuatu yang telah terjadi bisa jadi sebuah kesiaan. Maka hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menerima segala akibat yang telah terjadi dan merancang penyelesaian terbaik dari akibat yang ada. Akibat baik maupun buruk. Bagaimana membuat akibat buruk tidak terjadi dan bagaimana agar akibat baik itu yang terlestarikan.
Dari sini kita belajar bahwa tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Sekuat apapun sesuatu itu telah kita usahakan. Pada akhirnya Allah Yang menentukan akibat yang akan terjadi. Maka Dialah sebaik-baik perencana. Akan indah sekali jika dulu Bhisma shalat istikharah sebelum mengambil sumpah itu kali ya...hahaha
Memang benar adanya, segala keputusan dan niat akan ada ujiannya. Seperti yang saya alami ketika memutuskan untuk berhenti bekerja demi berbakti kepada orangtua, seketika tawaran kerja bertubi-tubi berdatangan (curcol). Benarlah kemudian Allah akan mempertanyakan niat dan kesungguhan kita. Ya, begitulah.
Yang bisa kita lakukan adalah selalu berharap pada-Nya untuk selalu dituntun niat dan jalannya. Apapun. Apapun yang terjadi, semuanya Allah Yang Menghendaki. Maka sudut pandang terindah sebagai seorang hamba adalah bahwa apapun yang terjadi adalah wujud kasih sayang-Nya.

sumber gambar_muhasabah

Senin, 27 Oktober 2014

Catatan Kajian Tauhid Masjid Nabawi (3)

Ustad Firanda Andirja, Lc, M.A. (Mahasiswa Jurusan Aqidah Kuliah Da’wah dan Ushuluddin Universitas Islam  Madinah)
18 September 2014

# Pesona Keindahan Surga #


Doa nabi yang diabadikan daam Al Quran:
“Ya Allah, jadikanlah aku menjadi pewaris surga-Mu”
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga dan amalah yang menyebabkan masuk surga. Jauhkan dari neraka dan amalan yang mendekatkan padanya.”
QS. An Naziat à yang menahan hawa nafsunya, tidak menuruti hawa nafsunya
“Tidaklah keindahan di dunia ini adalah permainan dan senda gurau adapun kehidapan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya.”
Dunia à disebutkan dalam Al Quran merupakan permainan dan senda gurau. Artinya sifatnya sementara dan hanya sebentar. Orang tidak akan senantiasa bergurau sepanjang hidupnya. Ketika bergurau pasti hanya sebentar. Apakah tumbuhnya hijau daun akan terus hijau?
Dan tidaklah kehidupan dunia ini hanya perhiasan yang menipu. Yaitu orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Seakan ia mengira hartanya akan menambah umurnya. Tidak! Ajal itdak bisa dihentikan jika sudah datang.
Hendaknya kau berbekal ketakwaan. Berapa banyak pengantin wanita yang dirias indah hari itu padahal tidak ada yang tahu jika kain kafannya sedang ditenun.
Rasulullah pernah bersabda bahwa umur umatnya antara 60-70 tahun dan hanya sedikit yang melampaui 70 tahun. Dunia ini adalah tempat bercocok tanam, beramal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat.
Surga Allah adalah kenikmatan yang indah untuk orang-orang yang bertakwa. Kenikmatan surga tidak bisa kita bayangkan. Dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman, “Aku siapkan kepada hamba-hambaku yang shalih surga yang kenikmatannya tidak bisa dibayangkan oleh mereka, belum pernah mereka lihat.” Artinya surga itu di luar imajinasi manusia. Tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbertikkan dalam hatinya. Kalau ada satu saja wanita surga yang menampakkan dirinya di dunia akan menyinari dunia dan seisinya. Kita tidak bisa mengkhayalkan cantiknya bidadari. Allah sembunyikan kenikmatan surga. Kita tidak bisa berimajinasi kecuali apa yang pernah ditangkap oleh indera kita. Perumpamaan ketampanan Nabi Yusuf as yang membuat orang sampai tidak sadar memotong-motong tangannya ketika melihat beliau. Sementara kita melihat gadis tercantik di dunia kemudian ditusuk jarum pun masih teriak karena merasa sakit, ini menandakan kecantikan manusia dunia yang terbatas.
Sjfat-sifat bidadari:
Perumpaan sungai-sungai yang diberikan dalam surga. Di surga ada 4 sungai:
1.       Airnya segar dan tidak berubah
2.       Sungai susu
3.       Sungai khamr yang tidak memabukkan. Peminum khamr di dunia adalah orang gila. Seorang laki-laki yang meminum khamr, Allah akan hilangkan rasa cemburunya. Khamr di akhirat tidak pahit, rasanya enak, tidak menimbulkan kata-katayang tidak berfaedah.
4.       Sungai madu
Sungai-sungai di surga mengalir di atas.


Adapun perbandingan kenikmatan dunia dan surga:
1.       Kenikmatan di surga abadi, dunia itu fana, dalam artian fana dunia itu sendiri, yang  kedua adalah diri kita sendiri pun juga fana. Perumpamaan seorang di dunia seperti orang yang bersafar kemudian berteduh di bawah pohon kemudian dia akan lanjutkan perjalanan. Kehidupan akhirat itulah yang hakiki. Bukan 1000 tahun, 1 juta tahun, tapi selamanya. Umur manusia di dunia dibatasi antara 60-70 tahun dan itu perbandingannya jauh tidak ada apa-apanya dengan waktu selama-lamanya di akhirat.
Allah mensifati orang yang bermaksiat adalah orang yang bakhil (bodoh). Dia mengutamakan kenikmatan sementara dengan kebaikan kenikmatan yang adadi.
2.       Kenikmatan dunia penuh dengan kekurangan, kenikmatan surga sempurna.
3.       Kenikmatan dunia mesti diraih dengan perjuangan, kenikmatan surga tak perlu dengan bersusah payah saat sudah di surga nanti. Untuk menikah di dunia perlu perjuangan. Terkadang yang gratisan pun perlu perjuangan. Di akhirat tidak ada rasa letih.
“Sungguh Kami ciptakan manusia dalam kepayahan”
Di dunia semua penuh dengan perjuangan. Kapan istirahat? Saat sudah di surga. Tidak ada lagi rasa letih, tidak ada kesulitan yang diambil.
Ada pelayan-pelayan yang disediakan di surga untuk melayani penghuni surga. Di surga apa yang dihasratkan sesuatu langsung Allah kabulkan. Tidak ada kepayahan di akhirat (surga).
Seorang penghuni surga ingin bernostalgia menanam buah, akan dikabulkan Allah. Semua yang dikehendaki dikabulkan Allah.
4.       Kenikmatan dunia tidak bisa dinikmati setiap saat, ada musimnya. Kenikmatan surga bisa dinikmati kapan saja, tidak ada rasa bosan. Buah-buahan yang terus-menerus berbuah. Buah-buah yang begitu banyak. Istri-istri yang disucikan oleh Allah SWT.
Maka pada hari itu Kami akan tutup dan kunci mulut mereka. Kaku tangan, mata, telinga, semuanya akan bersaksi atas apa yang dilakukannya. Jasad kita dunia akan dibangkitkan. Semua akan dimodifikasi sesuai dengan amalannya, surga atau neraka. Kita akan dibangkitkan dengan cara yang tidak kita ketahui. Penghuni neraka dibuat tubuhnya tidka mati sehingga bisa merasakan azab terus-menerus. Penghuni surga dibuat indah, muda, dibuat besar (Seperti nabi Adam, +/- 30 meter). Penghuni surga tidak buang air, tidak berkeringat, tidak nifas, dll. Tidak ada kotoran di dalam tubuh mereka. Para bidadari yang terpingit di dalam rumah mereka. Kemudian selalu membara menanti kedatangan suami mereka di surga.
5.     Kenikmatan dunia masih ada efek sampingnya. Kenikmatan surge tidak ada efek sampingnya. Makanan lezat di dunia, efek samping kolesterol tinggi. Misal, kepiting, bukanya saja sudah susah, kalau makan banyak-banyak pun bisa berisiko kolesterol tinggi. Di akhirat, makan bukan karena lapar, tapi karena berlezat-lezat. Di surga tidak ada lapar dan dahaga, tidak ada letih. Penghuni surge kalau makan tidak buang air, hanya sendawa. Sedangkan sendawanya merupakan bau misky yang harum.
6.  Kenikmatan dunia, ada masa jenuhnya. Kenikmatan surge tidak membosankan. Wanita surga tidak pernah melihat laki-laki kecuali suaminya. Para bidadari seperti yakut dan marhan. Seperti mutiara  yang tersembunyi dalam cangkangnya. Buah dada para bidadari surge tegak, tidak tidur. Bidadari memakai 70 gaun indah, di balik gaun itu terlihat keindahan tubuhnya. Kerudung bidadari surga lebih baik dari dunia dan seisinya. Bahkan seorang laki-laki surga yang memeluk bidadari surga 70 tahun lamanya, tidak ada rasa bosan sama sekali pada dirinya, yang ada adalah kenikmatan.
Perkara dunia diliputi dengan syahwat, perkara surga diliputi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Catatan Kajian Tauhid Masjid Nabawi (2)

Ustad Firanda Andirja, Lc, M.A. (Mahasiswa Jurusan Aqidah Kuliah Da’wah dan Ushuluddin Universitas Islam  Madinah)
17 September 2014


# SYIRIK KECIL (SYIRIK ASYQAR) #

Syirik besar à batal syahadatnya, seluruh amalan tertolak, neraka jahannam selamanya, diharamkan surga baginya
Syirik kecil à hanya menggugurkan amalan yang bercampur syirik keci tersebut
Pendapat ulama menyatakan bahwa dosa syirik (baik itu besar maupun kecil) tidak diampuni dan diletakkan di timbangan keburukan. Syirik kecil bukan berarti dosa kecil, tapi tetap dosa besar!
Salah satu bentuk dari syirik kecil adalah Riya’.
Syirik asyqar merupakan wasilah atau sarana yang mengantarkan seseorang pada kekufuran. Syirik berarti menyamakan Allah dengan selain Allah.
Contoh syirik asyqar:
  

Riya’
Riya’ berarti bahwa seseorang beramal untuk dipuji oleh manusia. Rasulullah pernah berpesan bahwa sesuatu yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Salah satunya adalah riya’. Jika kalian dipenuhi riya’. Jika kalian dipenuhi riya’, kembalilah pada yang kalian cari itu dari mereka. Wahai sahabatku, aku khawatirkan menimpa kalian selain fitnah Dajjal adalah riya’ karena ia bercokol di hati dan tersembunyi.
Rasulullah lebih khawatirkan fitnah riya daripada fitnah dajjal. FItnah riya’ justru menimpa orang-orang shalih, tersembunyi di hati. Fitnah dajjal hanya terjadi di akhir jaman.
“Kesyirikan yang terjadi pada umatku lebih lembut dari semut kecil hitam yang berjalan di atas batu hitam.”
Salah seorang juga bahkan sampai berkata, “Aku tidak pernah menghadapi yang lebih berat daripada niat.”
Orang shalih tahu kalau meraih ikhlas mereka akan bahagia. Allah Maha Mengetahui usaha kita untuk meraih keikhlasan. Yang penting adalah seseorang berusaha terus-menerus. Saat terjangkit riya’ ia berusaha untuk melawannya. Ibnu Taimiyah juga pernah menyatakan bahwa riya’merupakan salah satu bentuk syahwat yang tersembunyi. Seperti syahwat wanita, orang juga punya syahwat ingin dipuji. Barangsiapa berjihad untuk berjuang di jalan Allah ia harus ikhlas. Selain itu tertolak dan tempatnya neraka jahanam.
Ada tiga golongan yang dihisab Allah SWT kemudian masuk ke neraka jahanam:
a.    Orang yang mati syahid. Ia dihadirkan kepada Allah dan diingatkan akan nikmat-nikmat Allah SWT. Allah bertanya, “Apa yang kau lakukan dengan nikmat yang Allah berikan?”
Barangsiapa beramal akhirat untuk dunia, dia akan mendapatkan dunia itu.
b.   Seorang dai. Ia belajar agama dan mengajarkannya, dihadirkan di hadapan Allah SWT. Allah ingatkan akan nikmat-Nya. Hafalan yang kuat, kecerdasan, dll. Apa yang kau lakukan dengan nikmat-Ku? Ia menjawab, “Ya Allah, aku ajarkan Al Quran. Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya. Namun kemudian Allah berkata,”Kau dusta! Kamu mengajarkan Al Quran untuk dipuji sebagai orang yang pandai Al Quran.” Kemudian Allah sungkurkan wajahnya ke dalam neraka jahanam.
c.   Orang dermawan. Dia luar biasa dermawannya. Dia berkata, tidak ada satupun kecuali aku sedekahkan karena Engkau ya Allah…
Allah jawab, “Kau Dusta!” kemudian ia tidak dapatkan apa-apa kecuali neraka jahanam.
Utsman bin Affan menangis sampai pingsan mendengar hadist ini. Amal kita sedikit, sedikit itupun belum tentu ikhlas…
Oleh karena itu menyembunyikan amalan lebih baik. Pahala ibadah yang sembunyi-sembunyi lebih baik kecuali yang memang zahir, seperti shalat jamaah, berjilbab, dll. Jauhilah hal-hal yang menimbulkan riya’.
Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi di akhirat kelak. Di antaranya adalah orang yang ikhlas berinfak secara sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kiri tidak tahu. Kemudian seseorang yang ketika ia sendirian, ia menangis mengingat Allah SWT.
Ibnu Umar saat berjihad ia menutup wajahnya hingga orang tidak tahu kalau itu adalah dia. Hasan Al Basri tiap malam bawa gandum secara sembunyi-sembunyi kepada fakir miskin. Sedekah sembunyi-sembunyi akan meredakan kemurkaan Allah SWT. Jangan ceritakan kebaikan antum kecuali darurat. Saat beramal shalih, setan selalu menggoda. Lebih buruk lagi, berghibah sambil riya’. Jangan sampai juga orang memuji kita dengan amalan yang tidak kita lakukan.
2.       Jimat (dalam bahasa Melayu “Azimat”)
Sesungguhnya mantra, jampi, jimat merupakan kesyirikan, karena dengannyaseseorang menjadikan sebab tanpa sebab. Rasulullah mengajarkan doa, bukan jimat. Rasulullah pernah lihat tali jimat yang ada di unta, lalu dia perintahkan para sahabat untuk memutus talinya. Kalau kau mati dan jimat masih ada di dirimu, kau tak akan selamat. Di Indonesia banyak kyai yang memakai jimat meski itu dengan tulisan Arab sekalipun. Rasulullah mengajarkan doa dengan dibaca, bukan dengan dibawa atau disimpan.
Jimat membuat kita bertawakal tidak kepada Allah, tapi pada jimat. Jimat jadi syirik besar ketika sepenuhnya percaya pada jimat itu. Jimat jadi syirik kecil ketika hanya anggap sebagai sebab. Tapi keduanya tetap dosa besar.
Di antara ciri-ciri orang yang masuk surge tanpa hisab antara lain:
1.       Mereka yang tidak pernah minta diruqyah
2.       Mereka yang tidak pernah mengkait-kaitkan kejadian-kejadian dengan nasib sial
Tidak boleh bersumpah dengan nama selain Allah. Meskipun “Demi Allah dan demi nabi”. Meski sekedar diucapkan tanpa menyakini. Masya Allah artinya atas kehendak Allah.
Hadist tentang arba’in merupakan hadist lemah. Hadist ini mensyaratkan shalat 40 waktu di masjid nabawi. Hadist yang hasan shahih adalah shalat 40 hari penuh di masjid manapun dan tidak meninggalkan takbiratul ihram. Malah tidak diperbolehkan jika berlari-lari mengejar takbiratul ihram karena mengejar syarat arba’in. Apalagi untuk perempuan sebenarnya tidak wajib shalat wajib di masjid, malah lebih baik di rumah. Namun nabi tidak melarangnya.
Kita berhaji ke sini untuk diampuni dosa-dosanya oleh Allah!
Yang disunnahkan dalam sekali safar hanya satu kali umrah.

Catatan Kajian Tauhid Masjid Nabawi (1)

Ustad Firanda Andirja, Lc, M.A. (Mahasiswa Jurusan Aqidah Kuliah Da’wah dan Ushuluddin Universitas Islam  Madinah)
16 September 2014

# PERDUKUNAN #


Sekedar datang ke dukun pun, meski hanya tanya-tanya, Rasulullah melarangnya. Berangsiapa mendatangi dukun, shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Bahkan Rasulullah pun sudah mewanti-wanti bahwa orang yang datang kepada dukun dan mempercayai perkataan mereka, maka ia telah kafir terhadap Al Quran. Mereka juga disebut sebagai dajjal-dajjal kecil karena mereka membuat orang kufur. Perdukunan merupakan salah satu bentuk dari Taghut.
Hal yang memprihatinkan terjadi di Indonesia karena hampir di setiap kampung di Indonesia ada dukunnya. Inilah yang menggambarkan sifat manusia yang ingin instan. Orang yang pergi ke dukun sudah tidak lagi menggunakan akalnya.
Adapun beberapa bahaya dari pedukunan adalah munculnya praktek-praktek kriminal seperti santet hingga membunuh. Meski hanya karena perkara sepele misal karena tersinggung, hingga mendatangi dukun untuk santet. Selain itu perdukunan juga dapat memunculkan timbulnya pertikaian dalam keluarga. Misal karena kehilangan suatu barang, orang datang ke dukun untuk meminta petunjuk tanda-tanda si pencuri kemudian hal tersebut dapat menimbulkan buruk sangka pada kerabat keluarga.
Di Arab, hukuman bagi para dukun adalah penggal kepala. Hal ini dilakukan sejak kekhalifahan.
Hanya Allah Yang mengetahui ilmu ghaib secara mutlak. Tidak ada yang mengetahui yang ghaib baik itu di langit maupun di bumi, melainkan Allah.Allah mengetahui seluruh yang ada di langit dan bumi, seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah.
Tidak ada satupun daun yang gugur melainkan Allah mengetahuinya. Semua telah tercatat dalam Lauh Mahfuz. Allah menampakkan sebagian perkara ghaib, kepada para rasul saja dan para malailat tertentu. Para rasul merupakan utusan Allah sebagai bukti bahwa rasul itu benar. Nabi pun tidak bisa menolak kemudharatan dari Allah, ia hanya pemberi peringatan dan kabar gembira.
Seperti contoh ketika insiden Aisyah yang kehilangan kalungnya kemudian timbullah fitnah. Rasul pun hampir mempercayai perkataan para munafikun. Kemudian turunlah ayat yang memberikan penjelasan mengenai Aisyah dan ayat tentang tayamum. Fitnah terhadap Aisyah berlangsung selama satu bulan bahkan nabi pun belum jelas benar atau tidaknya. Kemudian turunlah ayat tersebut baru kemudian Rasulullah meminta para sabahat untuk membantu mencarikan kalungnya. Para sahabat saat itu mencarinya sampai hampir subuh tapi belum ketemu juga. Saat itu para sahabat tidak menemukan air, kemudian turunlah ayat yang menerangkan tentang tayamum. Pelajarannya adalah bahwa saat itu Rasulullah pun tidak tahu di mana kalung Aisyah yang hilang. Juga tidak tahu kebenaran fitnah yang terjadi saat itu.
Itu salah satu contoh dari seseorang yang diutus sebagai Rasulullah sekalipun. Nabi Yakub pun tidak tahu saat kehilangan nabi Yusuf. Hukum asalnya adalah seluruh manusia tidak tahu apa-apa tentang yang ghaib. Para Rasul diberi sedikit saja hanya untuk buktikan bahwa mereka adalah utusan Allah. Adapun ramalan-ramalan yang cocok dengan yang kemudian terjadi merupakan salah satu cara Allah untuk menguji manusia.
Kenapa para dukun terkadang ramalannya benar? Jika Allah telah menetapkan suatu perkara tentang masa depan, Allah mengabarkannya kepada malaikat. Para malaikat kemudian saling membicarakannya. Para jin mencuri dengar dari perbincangan mereka di langit. Karena dukun bekerjasama dengan para syaitan.
Baru belajar sihir saja sudah masuk kufur. Orang yang datang ke dukun saja sudah kafir, gimana dukunnya. Mereka beribadah dengan syaitan. Bedanya antara karamah dan ilmu syaitan adalah kalau karamah diberikan oleh Allah secara tiba-tiba dan tidak bisa dibatalkan. Sedangkan ilmu syaitan itu bisa dipelajar dan bisa dibatalkan.

Selasa, 17 Juni 2014

Berubah

Betapa istiqomah itu mahal memang
Mengapa manusia yang sudah mengerti bahwa itu dosa masih seringkali melakukan dosa?
Mungkin ini cara Allah mengajarkan pada kita untuk tidak sombong dengan keimanan kita sekarang
Mungkin juga ini cara Allah mengajarkan kita untuk selalu rindu untuk kembali pada-Nya dan untuk tidak berputus asa mengharap rahman-Nya
Sebaik-baik orang yang berdosa adalah ia yang bertaubat

Untuk menjadi lebih baik memang masih perlu usaha yang terus-menerus
Kita tidak tahu akhir hayat kita akan seperti apa, kapan, saat keimanan kita seperti apa, dan apa yang sedang kita lakukan saat itu...
Semoga Allah senantiasa menuntun kita agar amal terbaik kita adalah di ujungnya

Futur itu...mengajarkan kita untuk selalu rindu dekat dengan Allah
Futur itu...mengajarkan kita untuk tidak sombong ketika iman sedang naik
Futur itu...mengajarkan kita untuk empati pada saudara-saudara yang masih kesulitan bangkit dari jeratan dosa. Hingga kita tidak pernah membenci dan meninggalkan mereka.
Futur itu...mengajarkan kita untuk sabar. Bersabar untuk selalu dalam kebaikan.
Futur itu...adalah fase mengambil hentakan untuk melompat ke atas lebih tinggi lagi dari sebelumnya.

Umar!

Jika kita ingin bertanya bagaimana bisa melahirkan anak-anak seperti Umar bin Abdul Aziz, maka dari sini mulainya. Jauh sebelum pendidikannya. Jauh sebelum kelahirannya. Ibunya belum lagi hamil. Bahkan bapak ibunya belum lagi dipertemukan dalam catatan takdir cinta mereka berdua.
Umar bin Abdul Aziz terlahir dari dua bibit yang luar biasa. Bibit ayah istimewa yang disemai di lahan ibu istimewa. Jadilah ia sosok istimewa yang dicatat sejarah kebesaran Islam.
-Budi Ashari, Lc
"Semua Berawal dari Secawan Kejujuran"




Hujan Bulan Juni

Yeay! Akhirnya bisa nge-blog lagi. Hujan pertama di bulan Juni yang saya sadari betul-betul bahwa Jogja sudah hujan. Kemana aja, nona...hehe. Entah, mungkin saya sedang terkungkung dengan pikiran-pikiran negatif yang akhir-akhir ini mulai menggerogoti otak saya sampai harus ke rumah sakit coba! Plis deh! Maaf, saya mulai lebay.
Jadi intinya ini baru pembukaan. Oke. Saya lagi suntuk dengan para pegawai kantoran yang katanya melayani masyarakat ituh. Maaf, saya agak sensi memang kalo sudah menyebut profesi PNS. Iya, saya tahu kok tidak semuanya. Hanya beberapa oknum saja. Bolehkah saya menumpahkan kekesalan saya sejenak di sini? Ummph...
Oke, saya berubah pikiran, tidak baik menceritakan aib orang di sini. Yang jelas masih ada lho, kades yang mempersulit warganya. Yang sulit sekali ditemui saat warganya butuh. Yang rajin memungut pungutan liar dari setiap warga yang hendak membuat sura-surat untuk keperluannya. Masih ada juga lho, orang yang ngaku-ngaku pembela rakyat kecil, berjuang ke pelosok-pelosok desa untuk menyalurkan bantuan, tapi masih butuh pengakuan. Masih ingin disanjung sebagai pahlawan. Kemudian mereka akan saling rebutan klaim bahwa merekalah yang memperjuangkan mereka. Masih ada juga lho, pegawai administrasi kota yang judesnya minta ampun, padahal orang-orang datang ke tempatnya dengan baik-baik. Masih banyak juga lho, birokrasi yang dipersulit di negeri ini.
*Istighfar*
Maafkan saya ya Allah, saya kok belakangan jadi mudah berpikir negatif pada orang lain?
Padahal saya sudah tahu, apapun itu yang datang dari-Mu, apapun kejadiannya adalah kebaikan. Padahal saya tahu, bahwa Engkau menyajikan semua kejadian itu pada hamba untuk memperkokoh kesabaran hamba hingga Engkau semakin cinta pada hamba...
Mungkin hati kita saja yang sedang soak. Perlu diservis ke Sang Pemilik hati ini.
Kembali yuk...